InsyaAllah *Ada Jalan*

Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh

Bertahan terus berharap
 Allah   selalu   di   sisimu 

Insya Allah, Insya Allah
 Insya Allah ada jalan 
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Every time you commit one more mistake
You feel you can’t repent and that it’s way too late
You’re so confused wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

But don’t despair and never lose hope
’cause  Allah is always by your side 

Insya Allah, Insya Allah
 Insya Allah you’ll find a way 
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Turn to Allah He’s never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray

Oh Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu
Hanya engkaulah pelitaku
Tuntun aku di jalanmu selamanya

Insya Allah, Insya Allah
 Insya Allah we’ll find our way 
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way . . .

Song of this week . . .
Pas banget sama keadaan sekarang yang lagi sering2nya galau akademik :p
Kalo lagi galau silahkan deh di denger, setidaknya jadi rada tenang, terus juga bikin termotivasi, jadi inget kalo janji Allah itu pasti. Disetiap kesulitan pasti ada kemudahan. InsyaAllah ada Jalan

Link Download :

HBD !!!



 HB  Reza   Dristya  Joudha     :)  


*13 May 2011

#tugas kapsel 4

INFORMATION LITERACY
Pembicara : Dr. MAMAN ABDUROHMAN, MT

Dewasa ini dunia teknologi informasi berkembang dengan pesat. Hal ini mengakibatkan adanya ledakan informasi dimana setiap orang dapat menerima informasi dari berbagai sumber tanpa batas dan filter. Sementara itu kebutuhan akan penggunaan informasi menjadi barang yang esensial di setiap aspek kehidupan. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk memahami adanya Information Literacy sebagai sebuah pedoman dalam memilih dan memfilter informasi dengan baik dan benar.

Information Literacy is a set of abilities requiring individuals to recognize when information is needed and have the ability to locate, evaluate, and use effective needed information”. (American Library Association (ALA)). Dengan kata lain Information Literacy dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi, mengakses, menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif dan etis. Penerapan Information Literacy dapat dilakukan jika kita memiliki ketrampilan dalam hal : mengenal kebutuhan informasi, mengetahui cara menguasai gap informasi, membangun strategi pencarian informasi, menemukan dan mengakses informasi, membandingkan dan mengevaluasi informasi, mengorganisasikan, mengaplikasi, dan mengkomunikasikan informasi.

Sehubungan dengan adanya ledakan informasi yang telah dipaparkan sebelumnya, maka tak hayal jika hal ini memberikan dampak negatif berupa aksi plagiat, yaitu tindakan yang secara sengaja mengakui karya atau ide orang lain sebagai karya sendiri, atau memberikan kesan bahwa karya atau ide orang lain tersebut adalah karya sendiri. Disinilah peran penting dari adanya pemahaman mengenai Information Literacy. Kita harus mampu mengolah informasi yang kita dapatkan untuk digunakan dengan cara yang tepat sebagaimana mestinya. Kita sebagai seorang mahasiswa seharusnya mampu berpikir untuk bertindak dan melakukan proses kreatif searah dengan kapasitas kita sebagai seorang intelektual. Praktek-praktek plagiatisme yang terjadi harusnya menjadi pembelajaran bahwa hal tersebut tidak patut untuk dijadikan contoh. 

Sering sekali kita terjebak dalam hal plagiatisme namun kadang tidak menyadarinya. Dalam hal kecil saja, misalnya ketika kita lupa untuk mencantumkan nama sumber penulis atau kutipan dalam menuliskan definisi sebuah kata. Memang terkesan hal yang sepele, namun jika hal ini diteruskan akan menjadi sebuah kebiasaan dan dapat menyebabkan hal yang sangat fatal dikemudian harinya. 

Dengan adanya Information Literacy diharapkan mampu membimbing individu untuk lebih berhati-hati dalam mencari dan menggunakan informasi. Mampu membimbing kita sebagai mahasiswa untuk lebih menghargai karya intelektual orang lain dengan tidak melakukan aksi plagiatisme. Lebih jauh lagi, pengetahuan mengenai Information Literacy ini diharapkan dapat menciptakan kualitas SDM bangsa yang profesional, yang dapat menjadi teladan dan mengarahkan generasi selanjutnya untuk menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri, bertanggungjawab, serta siap menghadapi beragam informasi sebagai modal dasar untuk berkompetisi dalam era globalisasi.

#tugas kapsel 3


SECURE WORKFLOW, COLLABORATION AND INTEGRATION

Pembicara : Yani Darma Putera
CTO Codephile & RedPilars

Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi, penggunaan komputer sebagai sarana pengolahan dan penyimpanan informasi dewasa ini menjadi hal yang esensial. Pemanfaatan komputer menjadi hal yang penting di segala aspek kehidupan, baik itu di bidang teknologi maupun pada bidang lain, seperti misalnya pada aktifitas bisnis. Hal ini memberikan kesempatan pada industri jasa teknologi informasi untuk berkompetisi memberikan pelayanan yang terbaik.

Codephile adalah salah satu perusahaan yang memanfaatkan peluang ini. Bergerak di bidang industri jasa informasi, perusaan ini hadir sebagai penyedia solusi software Secure Workfow, Collaboration and Integration. Dengan misi “fit your needs and budget”, perusahaan ini berharap dapat membantu organisasi untuk dapat meningkatkan efisiensi operasionalnya. Atau dengan kata lain, misi singkatnya adalah untuk “make your works flow”.

Perusahaan ini hadir untuk menjawab beberapa tantangan dan isu bisnis di dunia IT. Seperti bagaimana cara mengintegrasikan data dari berbagai macam sumber, bagaimana menyediakan akses ke data bagi semua orang di perusahaan, bagaimana menyediakan informasi dalam format yang dimengerti oleh semua orang, dan bagaimana menjamin performance, availability, serviceability, dan security.

Terdapat beberapa produk dan solusi servis yang ditawarkan oleh codephile, namun yang menarik bagi saya adalah salah satu produknya yang bernama E-Office. 

E-Office adalah sebuah solusi untuk memenuhi kebutuhan tata persuratan di dalam sebuah organisasi, seperti pengarsipan surat, pengiriman surat, maupun penomoran surat (baik surat keluar atau masuk). Umumnya masih banyak organisasi di Indonesia yang mengelola hal ini secara manual (dengan menyimpannya di kertas/hardcopy), hal ini menyebabkan masalah dalam hal searching,tracking, atau pengaturan history, apalagi jika surat yang ada sudah banyak.  Oleh karena itu codephile memberikan solusi yang lebih efektif dan efisien dalam hal pengorganisasian tata persuratan untuk membantu mewujudkan lingkungan organisasi yang paperless. Dengan melibatkan unsur teknologi, E-Office menjawab semua kebutuhan internal organisasi dalam hal tata persuratan. E-Office memindahkan semua proses bisnis organisasi ke dalam sebuah aplikasi berbasis web yang mudah, aman, dan cepat.

Menurut saya hal ini terbukti telah menjawab isu bisnis sebelumnya. Diantaranya adalah:

- Perusahaan/organisasi yang menggunakan produk ini dapat diuntungkan dalam
   mempercepat proses, menghemat sumber daya, dan meningkatkan image
   perusahaan. 
-  Organisasi dapat menghemat biaya berupa budget pembelian kertas dan alat 
   tulis setiap bulannya.
-  Meningkatkan mutu SDM (Sumber Daya Manusia) karena sudah lagi tidak lagi 
   berurusan dengan pengorganisasian surat dalam bentuk hardcopy/paperbased 
   dan akan lebih memfokuskan pada peningkatan kompetensi dan kemajuan 
   organisasi
-  Menciptakan manajemen dokumen yang lebih baik, yaitu dalam hal 
   penyimpanan, pencarian, dan pemeliharaan
-  Membantu mengkoordinasikan dan menghubungkan proses kerja secara efektif 
   dan efisien dalam hal aktivitas interaksi, koordinasi, pelaporan, pengiriman, 
   pendistribusian, perekaman, pencatatan dan pengambilan keputusan

Diharapkan dengan adanya seminar ini akan memotivasi kita untuk menjadi sosok kreatif yang dapat membaca tren di bidang teknologi informasi dan menciptakan inovasi terbaru lainnya dengan memanfaatkan teknologi agar mempermudah kerja manusia.

#tugas kerjalab jarkom modul 1



Modul 1 ETHERNET

Skenario pada modul (tutorial) adalah sebagai berikut :


Dan hasil yang didapatkan adalah :


Analisis hasil :
Throughput dari jaringan meningkat sesuai dengan bertambahnya nilai packet send sampai mencapai kondisi di titik maksimal, setelah itu throughput menjadi menurun (setelah jumlah packet send lebih dari 1000 packets/sec). Hal ini disebabkan karena :
-   saat packet send kurang dari 1000 packets/sec di jaringan belum terjadi collision 
-   saat jumlah packet send lebih dari 1000 packets/sec di jaringan terjadi collision 
    yang bertambah sesuai dengan bertambahnya nilai packet send.
Jadi dapat disimpulkan bahwa :
-   throughput yang dihasilkan sesuai dengan packet send yang dikirimkan, 
    (sehingga dapat dilihat bahwa throughput yang kecil dihasilkan untuk packet 
    send yang kecil (low packet send))
-   throughput akan menurun ketika packet send sudah mencapai kondisi yang  
    tinggi (high packet send) karena akan terjadi collision jika semakin banyak packet 
    yang di send

PERBANDINGAN DENGAN SKENARIO LAIN

Dalam hal ini akan dibandingkan beberapa skenario untuk mengetahui performansi jaringan Ethernet. Saya menggunakan 3 parameter  :
1. Perbandingan berdasarkan interarrival packet send
2. Perbandingan berdasarkan jumlah node
3. Perbandingan berdasarkan nilai packet size

Berikut penjelasan lebih lanjut untuk masing-masing parameter :
1. Perbandingan berdasarkan interarrival packet send 
Pada uji ini, digunakan 3 skenario berbeda untuk melakukan perbandingan, diantaranya :
a. Skenario Coax_Q2a_Renna : exponential (0.1)
b. Skenario Coax_Q2b_Renna : exponential (0.05)
c. Skenario Coax_Q2c_Renna : exponential (0.025)

Dari ketiga skenario ini akan dianalisis berdasarkan jumlah collision dan packet received. Dan berikut adalah hasilnya :

                                Dilihat dari jumlah collision         Dilihat dari packet received
Analisis :
a. Dilihat dari jumlah collision
Jumlah collision count paling besar terjadi pada skenario dengan interarrival time yang kecil, karena waktu antar packet send kecil sehingga jumlah paket yang dikirim secara otomatis akan menjadi banyak.
b. Dilihat dari packet received
Pada skenario dengan interarrival time yang kecil menyebabkan traffic received semakin besar, karena semakin kecil interarrival time maka jumlah paket yang diterima akan semakin banyak.

2. Perbandingan berdasarkan jumlah node
Pada uji ini, digunakan 2 skenario berbeda untuk melakukan perbandingan, diantaranya :
a. Skenario Coax_Q2c_Renna : 30 nodes  
b. Skenario Coax_Q3_Renna : 15 nodes

Dari kedua skenario ini akan dianalisis berdasarkan jumlah collision. Dan berikut adalah hasilnya :


Analisis :
Dari grafik terlihat bahwa pada skenario dengan jumlah node yang kecil menyebabkan jumlah collision yang kecil, hal ini karena semakin kecil jumlah node berarti semakin kecil juga kemungkinan adanya 2 host yang mengirimkan data pada waktu yang sama (terjadi collision). Sehingga dengan kecilnya collision yang terjadi menyebabkan performansi menjadi baik

3. Perbandingan berdasarkan nilai packet size
Pada uji ini, digunakan 2 skenario berbeda untuk melakukan perbandingan, diantaranya :
a. Skenario Coax_Q2c_Renna : packet size = 1024 bytes
b. Skenario Coax_Q4_Renna   : packet size = 512 bytes

Dari kedua skenario ini akan dianalisis berdasarkan packet received. Dari packet received sendiri akan dilihat hasil dari packet/sec dan bit/sec nya.  Dan berikut adalah hasilnya :


                              Packet received (packet/sec)         Packet received (bit/sec)

Analisis :
a. Dilihat dari packet received (packet/sec)
Pada skenario yang menggunakan packet size 512 bytes lebih baik dari pada skenario yang menggunakan packet size 1024 bytes karena dengan packet size yang kecil maka fragmentasi paket data menjadi paket-paket data yang lebih kecil menjadi berkurang
b. Dilihat dari packet received (bit/sec)
Pada skenario yang menggunakan packet size 1024 bytes mengirimkan banyak bit/sec nya

DAFTAR PUSTAKA
Peterson, Larry L and Davie, Bruce S. (2003). Network Simulation Experiments Manual. San Fransisco: Morgan Kautmann Publisher.
 
Mahassahasi Blog. Base design by Ipietoon edited by mahassahasi