#tugas kerjalab jarkom modul 1



Modul 1 ETHERNET

Skenario pada modul (tutorial) adalah sebagai berikut :


Dan hasil yang didapatkan adalah :


Analisis hasil :
Throughput dari jaringan meningkat sesuai dengan bertambahnya nilai packet send sampai mencapai kondisi di titik maksimal, setelah itu throughput menjadi menurun (setelah jumlah packet send lebih dari 1000 packets/sec). Hal ini disebabkan karena :
-   saat packet send kurang dari 1000 packets/sec di jaringan belum terjadi collision 
-   saat jumlah packet send lebih dari 1000 packets/sec di jaringan terjadi collision 
    yang bertambah sesuai dengan bertambahnya nilai packet send.
Jadi dapat disimpulkan bahwa :
-   throughput yang dihasilkan sesuai dengan packet send yang dikirimkan, 
    (sehingga dapat dilihat bahwa throughput yang kecil dihasilkan untuk packet 
    send yang kecil (low packet send))
-   throughput akan menurun ketika packet send sudah mencapai kondisi yang  
    tinggi (high packet send) karena akan terjadi collision jika semakin banyak packet 
    yang di send

PERBANDINGAN DENGAN SKENARIO LAIN

Dalam hal ini akan dibandingkan beberapa skenario untuk mengetahui performansi jaringan Ethernet. Saya menggunakan 3 parameter  :
1. Perbandingan berdasarkan interarrival packet send
2. Perbandingan berdasarkan jumlah node
3. Perbandingan berdasarkan nilai packet size

Berikut penjelasan lebih lanjut untuk masing-masing parameter :
1. Perbandingan berdasarkan interarrival packet send 
Pada uji ini, digunakan 3 skenario berbeda untuk melakukan perbandingan, diantaranya :
a. Skenario Coax_Q2a_Renna : exponential (0.1)
b. Skenario Coax_Q2b_Renna : exponential (0.05)
c. Skenario Coax_Q2c_Renna : exponential (0.025)

Dari ketiga skenario ini akan dianalisis berdasarkan jumlah collision dan packet received. Dan berikut adalah hasilnya :

                                Dilihat dari jumlah collision         Dilihat dari packet received
Analisis :
a. Dilihat dari jumlah collision
Jumlah collision count paling besar terjadi pada skenario dengan interarrival time yang kecil, karena waktu antar packet send kecil sehingga jumlah paket yang dikirim secara otomatis akan menjadi banyak.
b. Dilihat dari packet received
Pada skenario dengan interarrival time yang kecil menyebabkan traffic received semakin besar, karena semakin kecil interarrival time maka jumlah paket yang diterima akan semakin banyak.

2. Perbandingan berdasarkan jumlah node
Pada uji ini, digunakan 2 skenario berbeda untuk melakukan perbandingan, diantaranya :
a. Skenario Coax_Q2c_Renna : 30 nodes  
b. Skenario Coax_Q3_Renna : 15 nodes

Dari kedua skenario ini akan dianalisis berdasarkan jumlah collision. Dan berikut adalah hasilnya :


Analisis :
Dari grafik terlihat bahwa pada skenario dengan jumlah node yang kecil menyebabkan jumlah collision yang kecil, hal ini karena semakin kecil jumlah node berarti semakin kecil juga kemungkinan adanya 2 host yang mengirimkan data pada waktu yang sama (terjadi collision). Sehingga dengan kecilnya collision yang terjadi menyebabkan performansi menjadi baik

3. Perbandingan berdasarkan nilai packet size
Pada uji ini, digunakan 2 skenario berbeda untuk melakukan perbandingan, diantaranya :
a. Skenario Coax_Q2c_Renna : packet size = 1024 bytes
b. Skenario Coax_Q4_Renna   : packet size = 512 bytes

Dari kedua skenario ini akan dianalisis berdasarkan packet received. Dari packet received sendiri akan dilihat hasil dari packet/sec dan bit/sec nya.  Dan berikut adalah hasilnya :


                              Packet received (packet/sec)         Packet received (bit/sec)

Analisis :
a. Dilihat dari packet received (packet/sec)
Pada skenario yang menggunakan packet size 512 bytes lebih baik dari pada skenario yang menggunakan packet size 1024 bytes karena dengan packet size yang kecil maka fragmentasi paket data menjadi paket-paket data yang lebih kecil menjadi berkurang
b. Dilihat dari packet received (bit/sec)
Pada skenario yang menggunakan packet size 1024 bytes mengirimkan banyak bit/sec nya

DAFTAR PUSTAKA
Peterson, Larry L and Davie, Bruce S. (2003). Network Simulation Experiments Manual. San Fransisco: Morgan Kautmann Publisher.

0 blogger nyasar di sini:

Post a Comment

 
Mahassahasi Blog. Base design by Ipietoon edited by mahassahasi